Jumat, 15 Agustus 2014

metabolisme protein



KATA PENGANTAR
           

Dengan terlebih dahulu penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Penulis berharap dalam penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada banyak pihak yang telah berperan, membantu dan memberikan bimbingan serta dorongan, yang pada akhirnya tugas makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari walaupun sudah berusaha sekuat kemampuan yang maksimal, mencurahkan segala pikiran dan kemampuan yang dimiliki, tugas makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan, baik dari segi bahasa, pengolahan, maupun dalam penyusunan. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan ktitik yang sifatnya membangun demi tercapainya suatu kesempurnaan dalam tugas makalah ini.








Ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................    ii
DAFTAR ISI...............................................................................   iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.        Latar belakang..........................................................................    1
1.2.        Tujuan yang di capai...............................................................    2
1.3.        Metode........................................................................................    2
1.4.        Sistematika penulisan makalah.............................................    2

BAB II PEMBAHASAN
2.1.        Metabolisme Protein................................................................ . 3
2.2.        Sintesis Dan Sumber Asam Amino Dari Makanan............  5
2.3.        Pencernaan Protein................................................................. . 6
2.4.        Sintesis Protein.........................................................................  7
2.5.        Pembuangan Kelebihan Nitrogen........................................ . 7

BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 8








Iii


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar belakang
Manusia membutuhkan nitrogen terfiksasi yang harus berasal dari makanan (biasanya sebagai protein), terutama untuk sintesis protein dan asam nukleat, tetapi juga untuk mensintesis banyak metabolit tertentu seperti porfirin dan fosfolipid.
Penggunaan protein untuk energi yaitu
  1. Jika jumlah protein terus meningkat → protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak. Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses: deaminasi atau transaminasi
  2. Deaminasi: proses pembuangan gugus amino dari asam amino
  3. Transaminasi: proses perubahan asam amino menjadi asam keto
Tidak ada simpanan nitrogen dalam tubuh yang dapat dibandingkan dengan lipid dan glikogen, yakni semua kelebihan nitrogen dari kebutuhan tubuh yang meningkat akan dikeluarkan. Jika tubuh mencerna nitrogen kurang dari yang dibutuhkan untuk pertumbuhan normal dan perbaikan jaringan, maka tubuH memanfaatkan nitrogen yang disimpan dalam protein otot.
Protein tersusun atas sejumlah asam amino yang membentuk suatu untaian (polimer) dengan ikatan peptida. Selain itu, protein juga memiliki gugus amina (-NH2) dan gugus karboksil (-COOH). ¾ zat padat tubuh terdiri dari protein (otot, enzim, protein plasma, antibodi, hormon). Banyak protein terdiri ikatan komplek dengan fibril → protein fibrosa. Macam protein fibrosa: kolagen (tendon, kartilago, tulang); elastin (arteri); keratin (rambut, kuku); dan aktin-miosin.
1
1.2.      Tujuan yang dicapai
1.    Dapat mengetahui dan memahami pengertian metabolisme protein
2.    Dapat mengetahui dan memahami proses metabolisme protein
3.    Dapat mengetahui dan memahami bagaimana metabolisme protein

1.3.      Metode
Metode yang kelompok kami gunakan dalam membuat makalah ini adalah dengan berdiskusi kelompok. Bahan-bahan yang kami dapatkan adalah dari mereferensikan atau meringkas dari buku-buku biokimia dasar serta dari website google.

1.4       Sistematika penulisan
Sistemika penulisan makalah ini kelompok kami lakukan dengan membuat cover judul, kemudian kata pengantar yang berisi tentang ucapan terima kasih kepada semua yang telah membantu dalam penulisan makalah ini dan berterima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingannya kepada kelompok kami, sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.  Kemudian terdapat daftar isi dan isi materi mengenai metabolisme protein. Bab terakhir berisi mengenai daftar pustaka.









2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.      Sintesis dan sumber asam amino dari makanan
Manusia membutuhkan nitrogen terfiksasi yang harus berasal dari makanan (biasanya sebagai protein), terutama untuk sintesis protein dan asam nukleat, tetapi juga untuk mensintesis banyak metabolit tertentu seperti porfirin dan fosfolipid.
            Banyaknnya protein (nitrogen terfikasi) yang di cerna menentukan keadaan keseimbangan nitrogen seseorang. Seperti juga hewan, manusia akan mengeluarkan senyawa – senyawa nitrogen bahkan juga ketika diberi makanan bebas protein, karena tidak semua senyawa nitrogen bisa di daur ulang. Orang-orang ini kemudian berada dalam keseimbangan nitrogen negative. Banyaknya protein yang dibutuhkan orang dewasa untuk dapat mempertahankan keseimbangan nitrogennya tidaklah mudah ditentukan, karena tidak semua asam amino yang ditemukan dalam protein (terutama protein nabati) adalah sama pentingnya untuk metabolisme hewan.
Jumlah protein yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan nitrogen yakni 28 gram perhari untuk orang berbobot 70 kg, yakni 3,8 g nitrogen. Jumlah ini diperkirakan dengan mengukur pengeluaran N selama 6-7 hari diet bebas protein. Jika sumber protein berasal dari gandum, maka pemasukan harian harus ditingkatkan sampai sekitar 40 g per hari untuk orang yang berbobot 70 kg. perbedaan ini berkaitan dengan variasi banyaknya asam amino esensial yang ditemukan dalam protein. Jumlah yang diperlukan oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan adalah lebih banyak, yakni sekitar 0,6 g perkilogram perhari.





2.2.      Metabolisme protein
Protein merupakan protein yang ke 3 terutama bagi manusia (pembentukan energi). Jalur metabolisme asam amino :
1.    Asam amino ketogenik (jalur aksidosi lemak)
2.    Asam amino glikogenik (jalur oksidasi karbohidrat)
3.    Asam amino glikoketogenik (jalur oksidasi karbohidrat dan lemak)

Biosintesis Asam Amino :
1.    Alanin (piruvat + glutamat)
2.    Aspartat (oksaloasetat + glutamat)
3.    Glutamat (a – kletogutarat)
4.    Asparagin (aspartat)
5.    Glutamin (glutamat)
6.    Serin (3-fosfogliserat)
7.    Glisin (serin)
8.    Prolin (L-glutamat)
9.    Sistein (L-metionin)
10. Tirosin (fenilalanin)
11. Arginin (arginosuksinat)
12. Histidin (hasil pemecahan bakteri di kolon)

Produk Spesifik Asam Amino :
1.    Glisin (kreatin fosfat, komponen inti purin, glutation, prekursor heme)
2.    Alanin (komponen asam pantotenat)
3.    Serin (fosfatidil serin, spingomelin, sintesis purin dan pirimidin, etanolamin)
4.    Metionin (donor gugus metin)
5.    Sistein (molekul keratin, glutation, taurin)
6.    Fenilalanin dan tirosin (epinefrin, non-epinefrin, pigmen melanin, hormon tiroksin)
7.    Triptofan (serotinin dan niasin)
8.    Histamin (reaksi alergi/hipersesitif

Gangguan Metabolisme Asam Amino :
1.    Hiperoksaluri primer
Gangguan metabolisme glisin
2.    Phenylketonuria (PKU)
Gangguan metabolisme fenillanin
3.    Tirosinosis
Gangguan metabolisme tirosin (pada urin di temukan hidroksi fenilpiruvat)
4.    Alkaptonuria
Gangguan metabolisme tiroksin (pada urin di temukan hemogentisat )
5.    Marple Syrup Urin Disease
Gangguan metabolisme leusin, isoleusin dan valin.

2.3.      Pencernaan protein
Protein dari makanan adalah sumber utama nitrogen terfiksasi bagi hewan tingkat tinggi. Dalam pencernaan, protein dihidrolisis oleh serangkaian enzim hidrolisis dalam perut dan usus halus menjadi peptida dan asam amino, yang diserap dari lumen pada jalur gastrointestinal. Enzim-enzim ini di kenal sebagai enzim-enzim proteolitik atau protease, yang temasuk dalam kelompok enzim yang disebut hidrolase.
Enzim-enzim proteolitik dikeluarkan dalam cairan lambung atau oleh pancreas sebagai precursor inaktif yang disebut zimogen. Untuk tripsin, zimogen, tripsinogen disintesis dalam reticulum endoplasma pada sel pancreas dan di keluarkan dari butiran zimogen kedalam saluran yang menuju duodenum. Butiran ini di produksi oleh badan golgi dan terdiri atas molekul-molekul tripsinogen yang dikelilingi oleh membrane lipid-protein. Sel pancreas juga memproduksi inhibitor tripsin yang memastikan bahwa mereka sendiri tidak dicerna.
Masuknya protein kedalam perut menstimulasi pelepasan hormone gastrin, yang kemudian menyebabkan pelepasan asan hidroklorat dari sel parietal, dan pepsinogen dari chief cells. Pepsinogen merupakan zimogen yang lain (semua zimogen diawali dengan pro atau diakhiri dengan –ogen) yang diubah dalam cairan lambung menjadi enzim aktif pepsin.
                                                               
2.4.      Pembuangan kelebihan nitrogen
Tidak ada simpanan nitrogen dalam tubuh yang dapat dibandingkan dengan lipid dan glikogen, yakni semua kelebihan nitrogen dari kebutuhan tubuh yang meningkat akan dikeluarkan. Jika tubuh mencerna nitrogen kurang dari yang dibutuhkan untuk pertumbuhan normal dan perbaikan jaringan, maka tubumemanfaatkan nitrogen yang disimpan dalam protein otot.
Kelebihan asam amino dari kebutuhan metabolisme didegradasi menjadi rangka karbonnya menjadi memasuki metabolisme energi atau di ubah menjadi senyawa lain dan ammonia lain. Ammonia dikeluarkan begitu saja atau di ubah menjadi urea lalu di keluarkan.














7





BAB III
DAFTAR PUSTAKA
Colby. 1992. Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji Dharma. Jakarta: EGC.
Wirahadikusumah. 1985. Metabolisme Energi, Karbohidrat dan Lipid. Bandung, ITB.
Harjasasmita. 1996. Ikhtisar Biokimia dasar B. Jakarta, FKUI.
Toha. 2001. Biokimia, Metabolisme Biomolekul.  Bandung, Alfabeta.
Poedjiadi, Supriyanti. 2007. Dasar-dasar Biokimia. Bandung, UI Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar