KATA
PENGANTAR
Dengan terlebih dahulu penulis mengucapkan
puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya.
Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Penulis berharap dalam
penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini
penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada
banyak pihak yang telah berperan, membantu dan memberikan bimbingan serta
dorongan, yang pada akhirnya tugas makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari walaupun sudah
berusaha sekuat kemampuan yang maksimal, mencurahkan segala pikiran dan
kemampuan yang dimiliki, tugas makalah ini masih banyak kekurangan dan
kelemahan, baik dari segi bahasa, pengolahan, maupun dalam penyusunan. Untuk
itu, penulis sangat mengharapkan ktitik yang sifatnya membangun demi
tercapainya suatu kesempurnaan dalam tugas makalah ini.
Ii
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR................................................................ ii
DAFTAR
ISI............................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.
Latar
belakang.......................................................................... 1
1.2.
Tujuan
yang di capai............................................................... 2
1.3.
Metode........................................................................................ 2
1.4.
Sistematika
penulisan makalah............................................. 2
BAB
II PEMBAHASAN
2.1.
Metabolisme
Protein................................................................ .
3
2.2.
Sintesis
Dan Sumber Asam Amino Dari Makanan............
5
2.3.
Pencernaan
Protein................................................................. .
6
2.4.
Sintesis
Protein.........................................................................
7
2.5.
Pembuangan
Kelebihan Nitrogen........................................ .
7
BAB
III PENUTUP
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................................
8
Iii
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Manusia membutuhkan nitrogen terfiksasi yang harus berasal dari makanan
(biasanya sebagai protein), terutama untuk sintesis protein dan asam nukleat,
tetapi juga untuk mensintesis banyak metabolit tertentu seperti porfirin dan
fosfolipid.
Penggunaan protein untuk
energi yaitu
- Jika jumlah protein terus meningkat → protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak. Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses: deaminasi atau transaminasi
- Deaminasi: proses pembuangan gugus amino dari asam amino
- Transaminasi: proses perubahan asam amino menjadi asam keto
Tidak ada simpanan nitrogen dalam tubuh yang dapat
dibandingkan dengan lipid dan glikogen, yakni semua kelebihan nitrogen dari
kebutuhan tubuh yang meningkat akan dikeluarkan. Jika tubuh mencerna nitrogen
kurang dari yang dibutuhkan untuk pertumbuhan normal dan perbaikan jaringan,
maka tubuH memanfaatkan
nitrogen yang disimpan dalam protein otot.
Protein tersusun atas sejumlah asam amino yang membentuk
suatu untaian (polimer) dengan ikatan peptida. Selain itu, protein juga
memiliki gugus amina (-NH2) dan gugus karboksil (-COOH). ¾ zat padat tubuh
terdiri dari protein (otot, enzim, protein plasma, antibodi, hormon). Banyak
protein terdiri ikatan komplek dengan fibril → protein fibrosa. Macam protein
fibrosa: kolagen (tendon, kartilago, tulang); elastin (arteri); keratin
(rambut, kuku); dan aktin-miosin.
1
1.2. Tujuan
yang dicapai
1.
Dapat
mengetahui dan memahami pengertian metabolisme protein
2.
Dapat
mengetahui dan memahami proses metabolisme protein
3.
Dapat
mengetahui dan memahami bagaimana metabolisme protein
1.3. Metode
Metode yang kelompok kami gunakan
dalam membuat makalah ini adalah dengan berdiskusi kelompok. Bahan-bahan yang
kami dapatkan adalah dari mereferensikan atau meringkas dari buku-buku biokimia
dasar serta dari website google.
1.4 Sistematika
penulisan
Sistemika penulisan makalah ini
kelompok kami lakukan dengan membuat cover judul, kemudian kata pengantar yang
berisi tentang ucapan terima kasih kepada semua yang telah membantu dalam
penulisan makalah ini dan berterima kasih kepada dosen pembimbing yang telah
memberikan arahan dan bimbingannya kepada kelompok kami, sehingga kelompok kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Kemudian terdapat daftar isi dan isi materi mengenai metabolisme protein.
Bab terakhir berisi mengenai daftar pustaka.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sintesis
dan sumber asam amino dari makanan
Manusia membutuhkan nitrogen terfiksasi yang harus berasal dari makanan
(biasanya sebagai protein), terutama untuk sintesis protein dan asam nukleat,
tetapi juga untuk mensintesis banyak metabolit tertentu seperti porfirin dan
fosfolipid.
Banyaknnya
protein (nitrogen terfikasi) yang di cerna menentukan keadaan keseimbangan nitrogen
seseorang. Seperti juga hewan, manusia akan mengeluarkan senyawa – senyawa
nitrogen bahkan juga ketika diberi makanan bebas protein, karena tidak semua
senyawa nitrogen bisa di daur ulang. Orang-orang ini kemudian berada dalam
keseimbangan nitrogen negative. Banyaknya protein yang dibutuhkan orang dewasa
untuk dapat mempertahankan keseimbangan nitrogennya tidaklah mudah ditentukan, karena
tidak semua asam amino yang ditemukan dalam protein (terutama protein nabati)
adalah sama pentingnya untuk metabolisme hewan.
Jumlah protein yang dibutuhkan untuk
menjaga keseimbangan nitrogen yakni 28 gram perhari untuk orang berbobot 70 kg,
yakni 3,8 g nitrogen. Jumlah ini diperkirakan dengan mengukur pengeluaran N
selama 6-7 hari diet bebas protein. Jika sumber protein berasal dari gandum,
maka pemasukan harian harus ditingkatkan sampai sekitar 40 g per hari untuk
orang yang berbobot 70 kg. perbedaan ini berkaitan dengan variasi banyaknya
asam amino esensial yang ditemukan dalam protein. Jumlah yang diperlukan oleh
anak-anak dalam masa pertumbuhan adalah lebih banyak, yakni sekitar 0,6 g perkilogram
perhari.
2.2.
Metabolisme protein
Protein
merupakan protein yang ke 3 terutama bagi manusia (pembentukan energi). Jalur
metabolisme asam amino :
1. Asam
amino ketogenik (jalur aksidosi lemak)
2. Asam
amino glikogenik (jalur oksidasi karbohidrat)
3. Asam
amino glikoketogenik (jalur oksidasi karbohidrat dan lemak)
Biosintesis Asam Amino :
1. Alanin
(piruvat + glutamat)
2. Aspartat
(oksaloasetat + glutamat)
3. Glutamat
(a – kletogutarat)
4. Asparagin
(aspartat)
5. Glutamin
(glutamat)
6. Serin
(3-fosfogliserat)
7. Glisin
(serin)
8. Prolin
(L-glutamat)
9. Sistein
(L-metionin)
10. Tirosin
(fenilalanin)
11. Arginin
(arginosuksinat)
12. Histidin
(hasil pemecahan bakteri di kolon)
Produk Spesifik Asam Amino :
1. Glisin
(kreatin fosfat, komponen inti purin, glutation, prekursor heme)
2. Alanin
(komponen asam pantotenat)
3. Serin
(fosfatidil serin, spingomelin, sintesis purin dan pirimidin, etanolamin)
4. Metionin
(donor gugus metin)
5. Sistein
(molekul keratin, glutation, taurin)
6. Fenilalanin
dan tirosin (epinefrin, non-epinefrin, pigmen melanin, hormon tiroksin)
7. Triptofan
(serotinin dan niasin)
8. Histamin
(reaksi alergi/hipersesitif
Gangguan Metabolisme Asam
Amino :
1. Hiperoksaluri
primer
Gangguan
metabolisme glisin
2. Phenylketonuria
(PKU)
Gangguan
metabolisme fenillanin
3. Tirosinosis
Gangguan
metabolisme tirosin (pada urin di temukan hidroksi fenilpiruvat)
4. Alkaptonuria
Gangguan
metabolisme tiroksin (pada urin di temukan hemogentisat )
5. Marple
Syrup Urin Disease
Gangguan
metabolisme leusin, isoleusin dan valin.
2.3. Pencernaan
protein
Protein dari makanan
adalah sumber utama nitrogen terfiksasi bagi hewan tingkat tinggi. Dalam
pencernaan, protein dihidrolisis oleh serangkaian enzim hidrolisis dalam perut
dan usus halus menjadi peptida dan asam amino, yang diserap dari lumen pada
jalur gastrointestinal. Enzim-enzim ini di kenal sebagai enzim-enzim
proteolitik atau protease, yang temasuk dalam kelompok enzim yang disebut
hidrolase.
Enzim-enzim proteolitik
dikeluarkan dalam cairan lambung atau oleh pancreas sebagai precursor inaktif
yang disebut zimogen. Untuk tripsin, zimogen, tripsinogen disintesis dalam
reticulum endoplasma pada sel pancreas dan di keluarkan dari butiran zimogen
kedalam saluran yang menuju duodenum. Butiran ini di produksi oleh badan golgi
dan terdiri atas molekul-molekul tripsinogen yang dikelilingi oleh membrane
lipid-protein. Sel pancreas juga memproduksi inhibitor tripsin yang memastikan
bahwa mereka sendiri tidak dicerna.
Masuknya protein kedalam
perut menstimulasi pelepasan hormone gastrin, yang kemudian menyebabkan
pelepasan asan hidroklorat dari sel parietal, dan pepsinogen dari chief cells.
Pepsinogen merupakan zimogen yang lain (semua zimogen diawali dengan pro atau
diakhiri dengan –ogen) yang diubah dalam cairan lambung menjadi enzim aktif
pepsin.
2.4. Pembuangan
kelebihan nitrogen
Tidak ada simpanan nitrogen dalam tubuh yang dapat
dibandingkan dengan lipid dan glikogen, yakni semua kelebihan nitrogen dari
kebutuhan tubuh yang meningkat akan dikeluarkan. Jika tubuh mencerna nitrogen
kurang dari yang dibutuhkan untuk pertumbuhan normal dan perbaikan jaringan,
maka tubumemanfaatkan nitrogen yang disimpan dalam protein otot.
Kelebihan asam amino dari
kebutuhan metabolisme didegradasi menjadi rangka karbonnya menjadi memasuki
metabolisme energi atau di ubah menjadi senyawa lain dan ammonia lain. Ammonia
dikeluarkan begitu saja atau di ubah menjadi urea lalu di keluarkan.
7
BAB III
DAFTAR PUSTAKA
Colby. 1992. Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji Dharma.
Jakarta: EGC.
Wirahadikusumah. 1985. Metabolisme Energi, Karbohidrat dan Lipid.
Bandung, ITB.
Harjasasmita.
1996. Ikhtisar Biokimia dasar B. Jakarta,
FKUI.
Toha.
2001. Biokimia, Metabolisme Biomolekul. Bandung,
Alfabeta.
Poedjiadi,
Supriyanti. 2007. Dasar-dasar Biokimia. Bandung, UI Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar